Skip to main content

Posts

Janganlah berlebihan membenci engineering fee

Engineering fee jelas merupakan fenomena pelik sekaligus memalukan bagi industri asuransi umum.  Namun kita tetap harus berlaku adil padanya.  Tidak sepatutnya kita berlebihan membenci dan mengutuk engineering fee, karena ia bukan satu-satunya persoalan.  Ia hanyalah salah satu dari mata rantai persoalan yang kait mengait.


Dua puluh satu tahun lalu, saat saya terjerumus kedalam industri asuransi, tarif asuransi kebakaran baru saja dicabut.  Regulator percaya bahwa market perlu didewasakan oleh karena itu tariff haruslah ditiadakan.  Tariff pada dasarnya adalah intervensi atas mekanisme pasar.  Umumnya tariff ditetapkan pada level diatas loss ratio experience.  Dengan kata lain, tertanggung cenderung membayar premi lebih mahal dari semestinya.  Meski dengan kelemahan mendasar itu regulator tetap memaksakan penerapan tariff karena market dianggap belum cukup dewasa dan memiliki kapabilitas teknis untuk beroperasi dan bersaing dalam market yang kompetitif tanpa batasan-batasan tariff.

Ko…
Recent posts

Gempa dan asuransi parametrik

Gempa lagi.  Beruntun lagi. Belum kering rasanya air mata dari gempa Lombok yang datang bertalu-talu.  Kali ini menghantam Donggala, Mamuju dan Palu.  Bahkan lebih dahsyat, hingga 7.4 SR.  Sepanjang pantai yang permai, kini porak poranda. Digoncang gempa, dilamun tsunami. Recovery dan rehabilitasi di Lombok belum tuntas tentu, bahkan baru dimulai.  Telah terdengar beberapa keluhan menyalahkan pemerintah karena janji-janji Presiden saat berkunjung belum juga terealisasi. Memang ada dua sisi sangat penting setiap pasca bencana, yaitu dana dan kecepatan penanganan.  Keduanya sesungguhnya saling terkait karena untuk mampu melakukan penanganan cepat, diperlukan pengerahan sumber daya seperti pangan, sandang, shelter, obat-obatan, tenaga medis, relawan dan seterusnya. Mobilisasi sumberdaya ini memerlukan dana besar, selain dana yang diperlukan untuk membangun kembali wilayah terdampak.  Semakin dahsyat terjangan bencana, upaya itu semakin sulit dan mahal karena infastruktur turut hancur ata…

Excess of loss retakaful is not Shariah compliant?

On a sunny Friday afternoon, a young PhD candidate in Islamic Finance came for a discussion about non-proportional method of retakaful. She brought with her an ISRA paper that briefly touched this topic but not conclusive in any way. She had the impression that authors question shariah compliance of non-proportional retakaful method. The reason being is that, unlike proportional method, there is no actual sharing between takaful risk fund and retakaful risk fund in non-proportional structure.

More recently, Dewan Syariah Nasional of Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) is discussing whether non-proporsional retakaful is shariah compliant, which may end up with fatwa on this matter. If the fatwa decided that non-proportional retakaful is not shariah compliant, it may bring significant impact to the market as non-proportional retakaful has been widely used globally.

Scholars at DSN-MUI so far incline to a view that risk sharing element is absent in non-proportional retakaful. What does e…

Engineering fee, buah tangan dari Bali

Ini adalah tentang engineering fee yang mulai menjadi perbincangan hangat sejak Indonesia Rendezvous 2015. Di tahun-tahun berikutnya, peserta ajang konferensi tahunan industri asuransi umum Indonesia yang selalu berlangsung di Bali itu selalu membawa pulang cerita tentangnya. Sudah seperti oleh-oleh saja. Apakah engineering fee itu sebenarnya dan apa pula kaitannya dengan asuransi? Begini, asuransi memberi perlindungan atas berbagai objek pertanggungan. Mulai dari yang sederhana seperti mobil atau rumah anda hingga pada objek-objek yang besar dan rumit seperti komplek industri.

Semakin rumit suatu objek pertanggungan, semakin sulit pula untuk memahami bagaimana suatu insiden terjadi yang membawa kerusakan fisik dan kerugian finansial. Insidennya mungkin terlihat biasa seperti kebakaran misalnya. Namun, bagaimana kebakaran itu tersulut dan menyebar dapat sangat berbeda antara satu objek dengan yang lain. Ini bergantung pada banyak faktor, diantaranya proses yang berlangsung dalam pabr…

Making (Re)takaful sustainable

Pasar Tani: Pertanian adalah Perniagaan

Ini kejadian awal September lalu saat lini masa media sosial masih hangat menggunjingkan IPB, pasca pidato presiden Jokowi saat dies natalis IPB ke-54.  Sudah lama sekali rasanya tema pertanian tidak lagi mengisi ruang bincang kita.  Sepanjang yang saya dapat ingat, hal itu terakhir terjadi lebih dari seperempat abad yang lalu, saat kelompencapir adalah organisasi paling ternama melalui berbagai program TVRI bertema pertanian.  Diantaranya 'Dari desa ke desa', bersama penyiar legendaris dengan suara khas, Sambas.  Setiap pagi pula RRI menyiarkan perkembangan harga-harga komoditas pertanian dari berbagai sentra produksi. Ada Brastagi, Alahan Panjang, Lembang, Brebes, Temanggung dan sebagainya.
Ahad pagi itu kami sekeluarga di kedai Mamak (India Muslim) dekat rumah, sarapan pagi dengan santapan khas Malaysia, roti canai, teh tarik dan kopi tarik.  Lalu beranjak ke Pasar Tani tidak jauh dari situ.
Pasar Tani adalah pasar 'kaget' yang menjual berbagai hasil pertanian dan …

Bila Operasi Jantung dilakukan oleh Dokter Umum

Peran seorang underwriter dalam industri asuransi sangatlah vital. Kurang lebih seperti dokter didunia kesehatan.

Underwriter adalah orang yang bertanggungjawab untuk mempelajari, meneliti dan menganalisa setiap resiko lalu mengambil keputusan apakah resiko tersebut layak diasuransikan atau tidak.  Bila ia dinyatakan layak diasuransikan, underwriter pula yang menentukan syarat dan ketentuan penutupan tersebut, termasuk namun tak terbatas pada polis yang digunakan, pengecualian, suku premi, deductible/resiko sendiri, klausula-klausula khusus dan sebagainya.

Resiko yang diteliti oleh underwriter banyak ragamnya.  Mulai dari yang sederhana seperti kendaraan bermotor atau rumah tinggal hingga resiko-resiko besar dan kompleks seperti industri-industri raksasa, proyek konstruksi yang rumit, kapal penumpang atau kargo yang besar, pesawat terbang dan sebagainya. Ada pula resiko yang tidak terlihat wujudnya seperti liability (tanggung jawab terhadap pihak ketiga).

Bila kita bayangkan lebi…