Skip to main content

Posts

Excess of loss retakaful is not Shariah compliant?

On a sunny Friday afternoon, a young PhD candidate in Islamic Finance came for a discussion about non-proportional method of retakaful. She brought with her an ISRA paper that briefly touched this topic but not conclusive in any way. She had the impression that authors question shariah compliance of non-proportional retakaful method. The reason being is that, unlike proportional method, there is no actual sharing between takaful risk fund and retakaful risk fund in non-proportional structure.

More recently, Dewan Syariah Nasional of Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) is discussing whether non-proporsional retakaful is shariah compliant, which may end up with fatwa on this matter. If the fatwa decided that non-proportional retakaful is not shariah compliant, it may bring significant impact to the market as non-proportional retakaful has been widely used globally.

Scholars at DSN-MUI so far incline to a view that risk sharing element is absent in non-proportional retakaful. What does e…
Recent posts

Engineering fee, buah tangan dari Bali

Ini adalah tentang engineering fee yang mulai menjadi perbincangan hangat sejak Indonesia Rendezvous 2015. Di tahun-tahun berikutnya, peserta ajang konferensi tahunan industri asuransi umum Indonesia yang selalu berlangsung di Bali itu selalu membawa pulang cerita tentangnya. Sudah seperti oleh-oleh saja. Apakah engineering fee itu sebenarnya dan apa pula kaitannya dengan asuransi? Begini, asuransi memberi perlindungan atas berbagai objek pertanggungan. Mulai dari yang sederhana seperti mobil atau rumah anda hingga pada objek-objek yang besar dan rumit seperti komplek industri.

Semakin rumit suatu objek pertanggungan, semakin sulit pula untuk memahami bagaimana suatu insiden terjadi yang membawa kerusakan fisik dan kerugian finansial. Insidennya mungkin terlihat biasa seperti kebakaran misalnya. Namun, bagaimana kebakaran itu tersulut dan menyebar dapat sangat berbeda antara satu objek dengan yang lain. Ini bergantung pada banyak faktor, diantaranya proses yang berlangsung dalam pabr…

Making (Re)takaful sustainable

Pasar Tani: Pertanian adalah Perniagaan

Ini kejadian awal September lalu saat lini masa media sosial masih hangat menggunjingkan IPB, pasca pidato presiden Jokowi saat dies natalis IPB ke-54.  Sudah lama sekali rasanya tema pertanian tidak lagi mengisi ruang bincang kita.  Sepanjang yang saya dapat ingat, hal itu terakhir terjadi lebih dari seperempat abad yang lalu, saat kelompencapir adalah organisasi paling ternama melalui berbagai program TVRI bertema pertanian.  Diantaranya 'Dari desa ke desa', bersama penyiar legendaris dengan suara khas, Sambas.  Setiap pagi pula RRI menyiarkan perkembangan harga-harga komoditas pertanian dari berbagai sentra produksi. Ada Brastagi, Alahan Panjang, Lembang, Brebes, Temanggung dan sebagainya.
Ahad pagi itu kami sekeluarga di kedai Mamak (India Muslim) dekat rumah, sarapan pagi dengan santapan khas Malaysia, roti canai, teh tarik dan kopi tarik.  Lalu beranjak ke Pasar Tani tidak jauh dari situ.
Pasar Tani adalah pasar 'kaget' yang menjual berbagai hasil pertanian dan …

Bila Operasi Jantung dilakukan oleh Dokter Umum

Peran seorang underwriter dalam industri asuransi sangatlah vital. Kurang lebih seperti dokter didunia kesehatan.

Underwriter adalah orang yang bertanggungjawab untuk mempelajari, meneliti dan menganalisa setiap resiko lalu mengambil keputusan apakah resiko tersebut layak diasuransikan atau tidak.  Bila ia dinyatakan layak diasuransikan, underwriter pula yang menentukan syarat dan ketentuan penutupan tersebut, termasuk namun tak terbatas pada polis yang digunakan, pengecualian, suku premi, deductible/resiko sendiri, klausula-klausula khusus dan sebagainya.

Resiko yang diteliti oleh underwriter banyak ragamnya.  Mulai dari yang sederhana seperti kendaraan bermotor atau rumah tinggal hingga resiko-resiko besar dan kompleks seperti industri-industri raksasa, proyek konstruksi yang rumit, kapal penumpang atau kargo yang besar, pesawat terbang dan sebagainya. Ada pula resiko yang tidak terlihat wujudnya seperti liability (tanggung jawab terhadap pihak ketiga).

Bila kita bayangkan lebi…

Meminta fatwa MUI

Hiruk pikuk dan puja hujat terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) belakangan ini mengingatkan saya pada pengalaman tiga belas tahun silam.  Saat itu perusahaan reasuransi tempat saya bekerja memutuskan untuk membuka divisi syariah.  Basis pelanggan sudah ada, yaitu perusahaan asuransi syariah dan cabang-cabang syariah dari perusahaan asuransi konvensional yang bertumbuhan seperti jamur dimusim penghujan.Asuransi syariah adalah sesuatu yang baru, apalagi reasuransi syariah.  Hampir tidak ada referensi dan teladan.  Saat itu sebenarnya ada satu, dan satu-satunya, perusahaan reasuransi syariah di dunia bernama Asean Retakaful International Limited (ARIL) berpusat di Labuan.  Kamipun melawat ke Labuan, pulau kecil milik Malaysia diatas Kalimantan, empat puluh lima menit pelayaran ferry dari pantai Brunei Darussalam.  Seminggu penuh kami dipulau lengang itu, khusuk mempelajari berbagai aspek reasuransi syariah, bagaimana model bisnis dan operasionalnya.Kembali ke Jakarta membawa banyak pel…

Angsuransi Bumiputera

Lima belas Oktober seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh.  Hari pertama saya bekerja diindustri asuransi untuk selanjutnya terpuruk disini, sampai kini.  Hingga hari itu, yang saya tahu tentang asuransi adalah bahwa asuransi adalah bumiputera.  Bukan sebab saya atau keluarga telah menjadi peserta, melainkan karena saya lewat didepan kantornya setiap hari selama tiga tahun.  Bangunan itu awalnya rumah besar dipinggir jalan besar yang kemudian dibeli bumiputera untuk disulap jadi kantor.  Letaknya diantara rumah dan SMP tempat saya sekolah.  Setiap hari saya melintas didepannya, tanpa mempedulikannya.
Suatu hari di awal milenium ketiga, lebaran kedua ditahun 2000, saya berada ditengah-tengah kerumunan silaturahmi keluarga besar istri dari belahan ibu mertua, untuk pertama kalinya.  Keluarga besar itu adalah keluarga Jawa yang besar sekali.  Nenek istri saya punya sepuluh putra-putri dan belasan cucu, semuanya Jawa. Tujuh anaknya dan dua cucunya telah menikah saat itu.  Semua menan…